Dufan part 3

Hola amigo. Sekarang saya mau cerita tentang liburan saya, Galuh , Munad, Donna, dan Mano hari ini di Dufan. mungkin sih ceritanya sedikit tapi yang banyak fotonya. Maap yee.. maklum masih labil.

Kenapa liburan di Dufan? Karena, gratis. Ya. satu kata, gratis. Itu yang buat kami suka banget liburan ke Dufan. Kenapa gratis? Ini semua karena ridho Allah swt. yang mempertemukan kami dengan Donna, anaknya tante Mona. Si Donna itu beruntung banget hidupnya, karena tante Mona kerja di Walls-Unilever, Donna sering banget ketumpahan gratisan, kaya es krim yang selalu memenuhi kulkas, dan yang paling menguntungkan (buat dia dan kami yang temennya dia) ya tiket masuk Dufan gratis itu. Dan ini udah ketiga kalinya kami kecipratan gratisan Dufan semenjak satu tahun berakrab ria sama Donna (jangan anggap kami penjilat!). Makasih tante Mona :*

Langsung aja ya..
Seperti biasa, rombongan Depok    Galuh, Munad, Donna, Mano (siapa lagi emgnya -.-")    kumpul dimana saya gak ngerti dan mereka berangkat bareng. Biasanya janjian sama saya langsung di depan halte Busway Ancol. Gak nunggu lama, (karena busway saya pas banget belakag busway mereka) kita langsung masuk. Terjadi perdebatan sengit di dalam tentang apa yang mau kami naiki duluan. Akhirnya kami memutuskan untuk ke wahana Istabon dulu karena itu yang paling asik. Tapi, Istabon belum berpihak sama kami. Istabonnya masih tutup. Karena liat alap-alap masih kosong bangeett.. (Sekitar jam 12an emg tadi Dufan masih kosong banget. Ya iyalah baru buka) kami naik alap-alap. Tak disangka tak diduga emang cuma kami berlima aja yang naik itu tanpa ada yang ngantri. Kami pilih  tiga kursi dari paling belakang. Saya-Donna, Galuh-..., Munad-Mano. Kami kira ya seperti biasa aja, tapi dasar operatornya sarap, kita di puter berulang-ulang sampe hampir sepuluh kali. Bahkan ketika ada orang lain mau naik kami gak boleh turun sama petugasnya, kami disuruh tetap duduk. Supaya rame katanya -.-". Tapi perjalanan kami di alap-alap cuma sampai sepuluh kali putaran itu. Setelah ada yang antri lagi, kami disuruh turun :(

Setelah dari alap-alap, pengembaraan kami di Dufan kami lanjutkan ke Tornado. Kalau saya sih udah biasa, awalnya aja yang giat banget, pas udah duduk, udah pake kekang pengaman langsung deh pucet. Yang naik tornado cuma saya, Munad, dan Donna. galuh sama Mano nggak ikut. Kalo galuh sih saya ngerti keadaan dia, tapi Mano ehehe, tampang preman tapi berhati sutra kali yaaa..

(oke, karena ceritanya bakal panjang banget, kita sekip ke bagian pentingnya yaa)
...

Sampe di wahana Kora-kora, (lagi-lagi Galuh nggak bisa ikut dengan alasan kesehatan, tapi mano ikut soalnya kalo dia nggak naik kita ancam bakal kita panggil nama kecilnya dia di kampus, m*n*l) dan tragedi itupun tiba! Waktu kita mau masuk ke wahana kora-kora dari depan start antrian Mano udah nunjukin ekspresi muka nggak enak. Dan saya pun bertanya "Ada apa wahai gerangan Mano, yang membuat ekspresimu berubah seperti itu?" *Dialog  ini hanya fiktif belaka dan dramatisir keadaan. Ternyata, JENG JENG JENG JENG! Kita ketemu Iky dan pacar, juga Tian dan pacar, kalo dibilang ini kejadian yang sangat mengharukan layaknya acara Tali Kasih, anda salah besar saudara-saudara!! Karena kami tau mereka ke Dufan juga di hari yang sama dengan kami, kami berusaha dan berdoa supaya nggak ketemu mereka. Karena kami nggak suka dong yang jelas. Tapi ternyata kami memang belum beruntung :'( yah itu saja, adegan lain tidak dapat di publikasikan karena akan merusak citra kami dan ini juga merupakan privasi. Terima kasih :)

Udah ah ya ceritanya. Nih foto-foto kami di sana tadi

ini diatas bianglala, si Mun suka banget makan sale pisang sambil naik bianglala

 
naik bianglala ini permintaan si galuh,
dia sampe pengen loncat ke laut dari bianglala saking senengnya

Galuh sama Munad di Istabon

saya di Istabon sayang blur :'(

yang berani naik Histeria cuma kami berdua T.T

Lihat betapa takutnya saya, dan munad sok cool gitu dehh
padahal takut bgt :(

Ini Donna sama galuh lagi naik kuda

Mano dan Saya.
kacamata yang di pake Mano itu oleh-oleh dari teman
Jepangnya mano dari jepang (?)
namanya Yumiko :)


Saya dan mano.
Mun gak mau difoto di sini

Ini udah mau pulang. Capek sih,
tapi kalo buat foto gk ada kata capek :p

Nungguin Galuh entah ngapain di kamar mandi.
Lamanyaaaa minta ampun

Donna, Saya, dan Bang Mano :)

masih nungguin Galuh =,="

And, go back home :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar